Risk Grading Matrix
Pengertian Risiko
Menurut Kloman (2000), kata "risk" dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Italia kuno yaitu "riscare". Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan risiko sebagai akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Suatu risiko (yaitu kondisi atau kombinasi keadaan yang mengandung kemungkinan kerugian) menimbulkan ketidakpastian bagi individu.
Pengelompokan Risiko
- Risiko Spekulatif adalah kemungkinan terjadinya suatu kerugian dari sebuah kejadianyang disamping itu juga ada kemungkinan keuntungan.
- Risiko Murni adalah hanya ada memiliki kemungkinan kerugian, terdiri dari 3 jenis risiko yaitu risiko pribadi, harta dan pertanggung jawab.
Risk Grading Matrix (Matriks Penilaian Risiko) adalah bagian dari manajemen risiko, khususnya pada tahap Analisis dan Penilaian Risiko (Risk Assessment), untuk memvisualisasikan, mengukur, dan memprioritaskan risiko berdasarkan probabilitas (kemungkinan) dan dampak (konsekuensi) kejadiannya, yang menentukan warna band (biru, hijau, kuning, merah) dan jenis tindakan mitigasi yang dibutuhkan.
Dalam penilaian risiko dilihat :
a. Bahaya, yang merupakan situasi dengan berpotensi menimbulkan kerusakan.
b. Risiko, yang didefinisikan sebagai probabilitas bahwa efek samping tertentu akan terjadi dijangka
waktu tertentu atau sebagai hasil dari situasi spesifik.
Risk Grading Matrix
Matriks risiko disusun menggunakan pendekatan terstruktur yang mengidentifikasi relevansi risiko proyek. Matriks Risiko berfungsi sebagai alat bantu visual yang digunakan untuk mengukur danmemprioritaskan risiko berdasarkan dua dimensi utama, yaitu kemungkinan terjadinya (likelihood) danbesarnya dampak (impact). Matriks ini mengevaluasi konsekuensi potensial risiko proyek dengan menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Matriks risiko adalah alat penilaian semi-kuantitatif yang digunakan untuk mengkategorikan dan memprioritaskan risiko peristiwa, serta memutuskan apakah risiko tertentu dapat diterima berdasarkan data statistik historis.
Dua sumbu matriks diartikan sebagai:
Probabilitas (Likelihood): Seberapa sering kegagalan proses atau mesin terjadi (misalnya: frekuensi downtime mesin atau cacat produk).
Dampak (Impact): Seberapa besar gangguan tersebut menghambat aliran produksi (flow), menyebabkan bottleneck, atau menambah biaya produksi (pemborosan/waste).
Tabel 1. Probabilitas/Frekuensi/Likelihood
|
Level |
Frekuensi |
Kejadian
Aktual |
|
1 |
Sangat
Jarang |
Dapat
terjadi dalam lebih dari 5 tahun. |
|
2 |
Jarang |
Dapat
terjadi dalam 2 – 5 tahun. |
|
3 |
Mungkin
|
Dapat
terjadi tiap 1 – 2 tahun. |
|
4 |
Sering |
Dapat
terjadi beberapa kali dalam setahun. |
|
5 |
Sangat
Sering |
Terjadi
dalam minggu/bulan. |
Tingkat risiko dihitung dengan rumus sederhana:
- Struktur Matriks Risiko
Skala 1-9 yang dibagi menjadi lima level risiko: Very Low (Sangat Rendah), Low (Rendah), Medium (Sedang), High (Tinggi), dan Very High (Sangat Tinggi)
Tabel 2 : Contoh Grafik Matriks Risiko
|
Probabilitas |
1 (Negligible) |
2 (Minor) |
3 (Moderate) |
4 (Major) |
5 (Catastrophic) |
|
A (Frequent) |
Low |
Medium |
High |
Very High |
Very High |
|
B (Probable) |
Very Low |
Low |
Medium |
High |
Very High |
|
C (Occasional) |
Very Low |
Low |
Medium |
High |
High |
|
D (Remote) |
Very Low |
Low |
Low |
Medium |
High |
|
E (Improbable) |
Very Low |
Low |
Low |
Medium |
Medium |
- Kriteria Dampak Kegagalan
Dampak kegagalan dibagi menjadi tiga kriteria utama: manusia, ekonomi, dan lingkungan, dengan peringkat keparahan dari yang dapat diabaikan (negligible) hingga katastrofe (catastrophic)
|
Kriteria Dampak |
Negligible |
Minor |
Moderate |
Major |
Catastrophic |
|
Manusia |
Cedera Ringan (Slight) |
Cedera Minor |
Cedera Mayor |
Kematian Tunggal |
Kematian Ganda |
|
Ekonomi |
Kerusakan Ringan |
Kerusakan Minor |
Kerusakan Lokal |
Kerusakan Mayor |
Kerusakan Masif |
|
Lingkungan |
Efek Ringan |
Efek Minor |
Efek Terlokalisasi |
Efek Mayor |
Efek Masif |
- Deskripsi Kode Warna Risiko
|
Warna |
Deskripsi
Risiko |
Deskripsi
Kualitatif |
|
Merah |
Intolerable (Tidak dapat ditoleransi) |
Risiko harus dimitigasi,
kurangi probabilitas atau ringankan konsekuensi. |
|
Oranye |
Unwanted (Tidak diinginkan) |
Hanya diterima jika
pengurangan risiko tidak memungkinkan secara praktis. |
|
Kuning |
Tolerable with
control (Dapat
ditoleransi dengan kontrol) |
Dapat diterima setelah
tinjauan dan penerapan langkah keselamatan. |
|
Hijau
Muda |
Reasonably tolerable (Cukup dapat ditoleransi) |
Pengurangan risiko
tidak diperlukan. |
|
Hijau
Tua |
Tolerable (Dapat ditoleransi) |
Risiko dapat diabaikan. |
Nama : Windy Rahmaningsih
NPM : 20323017
Alamat situs kampus: https://digitechuniversity.ac.id/
Media sosial prodi : @ti.digitech
Media sosial himpunan : @himti.digitechuniversity
Media sosial pribadi : @windyyrhmm
Komentar
Posting Komentar